Posted by: schariev | January 28, 2009

Arsitektur Cina

Gerbang di salah satu masjid di Ninxia Cina

Gerbang di salah satu masjid di Ninxia Cina

Arsitektur ini terdiri dari gabungan gaya Tang dan Ming, tetapi dengan mudah kita dapat mengidentifikasinya karena memiliki gaya yang sangat Cina, tidak jauh berbeda dengan bangunan berarsitektur cina lainnya yang beratapkan genting melengkung. Arsitektur Cina Islam memiliki kekhasan atau perbedaan dengan bangunan Cina lainnya, yaitu penambahan nuansa islam pada setiap bangunannya seperti ornamen seperti relief atau lukisan dinding yang tidak menggunakan hewan dan manusia sebagai objeknya, melainkan tumbuhan dan beberapa barang khas Cina seperti guci. Penggabungan gaya Islam dan Cina menciptakan kaligrafi yang bergaya baru baik bahasa Arab maupun Cina. Hampir tidak ditemukan permainan geometri dalam gaya arsitektur ini, hanya ornamen kaligrafi dan ukiran atau hiasan berbentuk tumbuhan. Seperti bangunan Cina lainnya, warna merah, kuning dan biru mendominasi arsitektur islam di sana. Apabila mereka menggunakan kubah sebagai atap masjid, kebanyakan dari mereka menggunakan warna hijau untuk mewarnai kubahnya. Karya terbesar dari arsitektur ini adalah Masjid Guangzhou yang berumur 1400 tahun yang dibangun oleh sahabat Rasulullah, kompleks masjid raya Xian seluas 10.000 meter persegi dan berusia 1200 tahun, dan masjid Niujie di Beijing. Gabungan gaya Cina dan Moghul dapat kita temukan pada masjid Lhasa di Tibet.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: