Posted by: schariev | January 28, 2009

Klasifikasi Arsitektur Islam

ksa-masjid-al-haram-384187314_5164cb20c9_b

Sebelumnya para ahli arsitektur sudah menggolongkan gaya arsitektur islam menjadi beberapa jenis. Sayangnya kebanyakan dari mereka hanya mengambil sampel dari masjid di kawasan timur tengah dan asia selatan saja. Mereka tidak memperhatikan arsitektur islam yang lainnya seperti arsitektur Tatar dan Asia Tenggara, karena para pengamat arsitekur ini menganggap bahwa selain arsitektur arab, yang lainnya dianggap arsitektur modern dan perpaduan atau terpengaruh arsitektur lainnya. Heh? Bukankah selama suatu bangsa membuat suatu karya arsitektur baru, maka disebutlah karya tersebut sebagai karya arsitektur baru yang mencirikan identitas bangsa tersebut walaupun terjadi pembauran gaya? Apabila diam dianggap sebagai suatu bentuk komunikasi, maka begitu juga dengan arsitektur. Selama suatu bangsa muslim membuat suatu karya arsitektur baru yang mencirikan identitas mereka, entahlah itu hasil dari campuran budaya atau penyesuaian letak geografis, maka gaya arsitektur ini dapat disebut dengan arsitektur islam.

Sangat susah untuk mendapatkan literatur tentang penggolongan arsitektur islam ini. Oleh karena itu, kita bisa mengklasifikasikannya berdasarkan beberapa sampel masjid dari seluruh dunia dan juga dari beberapa materi di bidang sejarah dan geografi. Tidak mudah memang untuk menggolongkan gaya arsitektur islam. Berbeda dengan klasifikasi dalam arsitektur nasrani yang hanya digolongkan berdasarkan zaman seperti gotik dan barok, arsitektur islam di golongkan berdasarkan beberapa faktor yang mempengaruhi gaya bangunannya, yaitu:

Letak geografis

Faktor ini sangat mempengaruhi berbagai gaya arsitektur islam di seluruh dunia. Letak geografis dimana muslim tinggal menyebabkan keragaman arsitektur islam karena setiap daerah memiliki kekayaan alam yang berbeda. Bahan baku pembuatan bangunan yang terdapat di daerah tersebut tentu saja mempengaruhi gaya arsitekturnya, apakah batu bata, kayu, batu, atau marmer yang terdapat di daerah tersebut. Letak geografis juga membuat iklim atau cuaca di berbagai daerah berbeda, apakah sering hujan atau jarang. Hal ini dapat mempengaruhi bentuk atap yang berbeda pada setiap gaya arsitektur islam.

Pembauran budaya

Sebelum islam menyebar ke suatu daerah, penduduk daerah tersebut pastilah sudah memiliki budaya leluhurnya. Hal ini juga yang mempengaruhi keberagaman arsitektur islam, lebih jelasnya ketika islam diterapkan pada kebudayaan lokal itu. Faktor ini menyebabkan pembauran dua gaya arsitektur atau lebih yang menghasilkan gaya arsitektur islam yang baru. Hal ini banyak terjadi di kawasan Asia dan Eropa. Islam memang lebih fleksibel dalam pembauran budaya dalam rangka penyebaran keyakinannya. Sehingga pembauran ini bukanlah masalah yang besar asalkan unsur keislamannya mendominasi bangunan tersebut. Sejarah pun mempengaruhi gaya arsitektur islam di suatu daerah, seperti invasi Kesultanan Usmaniah yang mempengaruhi arsitektur islam di daerah balkan serta pengaruh budaya India pada arsitektur islam di kepulauan melayu.

Berdasarkan faktor letak geografis dan Pembauran budayanya kita dapat mengklasifikasikan arsitektur islam menjadi beberapa gaya arsitektur, yaitu:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: