Posted by: schariev | February 3, 2009

Islam di Cina

Gedung Utama Masjid Raya Xian

Gedung Utama Masjid Raya Xian

Masjid pusat Xining yang berkapasitas 8000 jemaah tidak bisa menampung semua jamaah shalat jumat, apalagi kalau shalat tarawih.

Masjid pusat Xining yang berkapasitas 8000 jemaah tidak bisa menampung semua jamaah shalat jumat, apalagi kalau shalat tarawih.

Sa’ad bin Waqqas adalah seorang Panglima Islam utusan Khalifah Utsman bin Affan yang pertama kali membawa Islam ke negeri Cina. Menurut catatan resmi Dinasti Tang, beliau datang ke kota Ghuangzhou bersama sahabat Nabi lainnya pada tahun 30 Hijriyah. Rombongan ini membawa serta salinan Al-Qur’an untuk disebarkan di Cina. Kaisar Dinasti Tang pada saat itu memberikan ijin untuk penyebaran Islam di negerinya. Dinasti Tang pada akhirnya menjalin hubungan dagang yang lebih baik dengan dunia Arab. Inilah yang menjadi awal penyebaran Islam di Cina.

Pola penyebaran Islam di Cina sama dengan pola penyebaran Islam di Indonesia, yaitu melalui hubungan perdagangan. Disamping berdagang, para saudagar muslim juga menyebarkan ajaran Islam pada penduduk lokal. Banyak yang masuk Islam karena ajaran Islam dinilai hampir sama dengan ajaran mereka terdahulu, yaitu ajaran Konfusius. Pada awalnya, orang Cina juga menganggap Islam adalah Isilan Ciao yang berarti agama murni yang dibawa oleh Buddha Mahiawu (Nabi Muhammad) dari kota Mekkah. Seiring dengan berlanjutnya penyempurnaan ajaran Islam di negeri itu, mereka mulai mengerjakan shalat dan shaum secara teratur.

Masjid yang pertama kali didirikan adalah Masjid Canton. Masjid ini didirikan pada saat Sa’ad bin Waqqas memutuskan untuk menetap di Cina. Seperti kebanyakan masjid lainnya di Cina, Masjid Canton memiliki arsitektur khas Cina. Kini masjid tersebut sudah berumur hampir 1400 tahun dan masih dipergunakan untuk ibadah hingga sekarang. Kompleks masjid terbesar di Cina berada di kota Xi’an. Kompleks Masjid yang berumur 1260 tahun ini memiliki luas 13.000 meter persegi. Di dalam kompleks ini terdapat Masjid yang berkapasitas ribuan jemaah, menara, paviliun, taman, ruang kelas, dan fasilitas lainnya. Masjid ini berarsitektur Cina bergaya Ming dan Tang.

Penaklukan Asia Tengah oleh pasukan Muslim pada tahun 133 Hijriyah berperan penting dalam penyebaran Islam di Cina. Penaklukan wilayah ini membuka pintu lebar-lebar bagi pada pendakwah untuk menyebarkan syiar Islam. Pada masa dinasti Sung (960-1279 Masehi), Muslim Cina mendominasi bidang ekspor-impor dan pelayaran. Pada saat Dinasti Ming berkuasa (1368 – 1644 Masehi), Islam mencapai puncak kejayaannya. muslim berbaur dan berintegrasi dengan bangsa Cina lainnya. Pada tahun 1911 penduduk muslim di Cina tercatat sudah berjumlah 60 juta jiwa. Pemeluk Islam di Cina didominasi oleh suku Hui, Uighur, Kyrgiz dan Han. Sebagian besar berada di Cina bagian barat, sisanya tersebar di seluruh daratan Cina.

Tahun 1948 saat Mao Zedong berkuasa, muslim di Cina dianggap sebagai bangsa minoritas yang harus diperangi. Mereka menuduh kaum muslim sebagai kelompok separatis yang ingin mendirikan negara sendiri di wilayah Cina. Penderitaan dan siksaan harus dialami oleh muslim Cina saat itu. Seluruh masjid dan madrasah ditutup. Ratusan ribu muslim dibantai tanpa alasan yang jelas. Penggunaan bahasa Arab dan semua hal yang berbau agama dilarang. Muslim Cina pun harus melakukan ibadah secara sembunyi-sembunyi.

Setelah Mao Zedong tewas, Pemerintah Cina membebaskan warga Muslim untuk beribadah. Tetapi diskriminasi tetap jelas terjadi di mana-mana. Pada kenyataannya kaum muslim tetap sulit untuk melaksanakan ibadahnya. Baru pada tahun 1978, Cina mendeklarasikan kembali hak kebebasan beragama. Adzan kembali berkumandang di seluruh masjid di Cina yang berjumlah 35.000 buah. Kini Muslim Cina leluasa pergi ke masjid untuk shalat atau pengajian. Jumlah jemaah haji pun terus bertambah setiap tahunnya.

Beberapa sumber mengatakan bahwa jumlah muslim di Cina hanya 20 juta jiwa saja. Hal ini dianggap sangat keliru dan tidak masuk akal oleh banyak pakar dunia Islam. Menurut pengamatan Yusuf Abdul Rahman, jumlah penduduk muslim di Cina jauh melampaui angka tersebut. Pada tahun 1977 saja jumlahnya sudah mencapai 93 juta jiwa. Dengan asumsi pertumbuhan Islam sama dengan pertumbuhan penduduk yang berlipat 3 sampai 4 kalinya, maka diperkirakan sekarang ada sekitar 150 juta muslim di Cina. Beberapa sumber lainnya pun mendapatkan jumlah yang sama setelah dilakukan beberapa penelitian.


Responses

  1. SUBEHANALLAH tidak menyangka saya selama ini kalau Muslim di Cina itu banyak juga ya hampir 150 juta jiwa.tapi sayang mereka tersamar/tertutupi keberadaanya oleh lautan orang yang beragama non Muslim.kasihan Muslim di Cina hidupnya tertindas oleh yg mayoritas.

  2. kata sangat menarik

  3. kata sangat menarik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: