Posted by: schariev | February 3, 2009

Muslim Jerman

Kreuzberg Moschee

Kreuzberg Moschee

Masjid Baru di Duisburg

Masjid Baru di Duisburg

Islam pertama kali datang ke Jerman pada awal abad ke 18. Pada saat itu, Negara Jerman yang masih bernama Kekaisaran Prussia telah menjalin hubungan diplomasi serta kerja sama di bidang ekonomi dan militer dengan Kesultanan Ottoman Turki. Pada tahun 1739, Raja Friedrich Wilhelm I menghadiahkan sebuah masjid di kota Potsdam kepada tentara Muslimnya yang bernama Muhammadaner. Tentara Muslim ini turut membantu Prussia untuk melawan Perancis, Polandia, dan Rusia.

Sejak kedatangan Islam di Jerman, warga Muslim yang tinggal di Jerman diberi kebebasan beribadah. Pada tahun 1920 organisasi Islam dan masjid sudah banyak berdiri. Sayangnya, saat rezim Nazi berkuasa, Muslim Jerman mendapat berbagai cobaan. Akhirnya banyak warga Muslim yang melarikan diri untuk keluar dari Jerman. Tetapi setelah rezim Nazi runtuh, babak baru penyebaran Islam di Jerman pun dimulai.

Perang Dunia II telah mengakibatkan Jerman hancur berantakan. Negara ini mengimpor banyak tenaga kerja dari Turki, Eropa Timur, dan Italia. Mereka akhirnya menetap di Jerman. Para imigran dari Turki, Afrika Utara, dan Iran terus berdatangan untuk mendapatkan pekerjaan di Jerman. Warga Palestina, Albania, dan Bosnia pindah ke Jerman untuk menghindari konflik di negara mereka sekaligus untuk mendapatkan pekerjaan juga.

Keadaan yang semakin kondusif di Jerman membuat negara ini menjadi negara yang maju di berbagai bidang, termasuk di bidang pendidikan. Hal inilah yang menarik pelajar Muslim dari berbagai negeri untuk menuntut ilmu di Jerman. Sebagian besar dari pelajar tersebut akhirnya bekerja dan menetap setelah kuliahnya selesai. Saat ini tercatat Muslim Jerman berjumlah lebih dari 3,7 juta jiwa. Sebagian besar muslim Jerman tinggal di kota-kota besar seperti Berlin, Hamburg, Muenchen, Koeln, Bremen, Mannheim, Hannover, Dortmund dan Frankfurt.

Sekarang di Jerman telah berdiri lebih dari 2400 buah masjid. Masjid-masjid tersebut didirikan oleh Organisasi-organisasi Islam di Jerman. Sejak tahun 2002 lalu, masjid-masjid terus bertambah dengan pesat. Bahkan kebanyakan dari masjid-masjid tersebut memiliki ukuran yang besar dan memiliki fasilitas lainnya seperti madrasah, toko makanan halal, café, dan kantor. Pada tahun 2007 lalu, sebuah masjid besar bernama Sehiltik Camii Moschee dan Islamische Zentrum Kreuzberg yang memiliki 5 lantai telah diresmikan di Berlin. Setelah penantian yang panjang di kota yang sama, di distrik Duisburg, akhirnya sebuah kompleks masjid besar yang memiliki luas 10.000 meter persegi selesai dibangun juga.

Pada hari-hari tertentu, seperti pada hari peringatan penyatuan kembali Jerman pada tanggal 3 Oktober, seluruh masjid di Jerman mengadakan open house yang biasanya menarik perhatian warga non-Muslim. Tidak jarang juga sekolah-sekolah di Jerman mengirim para pelajarnya untuk menghadiri acara tersebut. Di dalam acara itu, warga yang datang diberi pengajaran dan penjelasan tentang Islam. Maka tidak heran apabila setelah itu ada juga diantara para pengunjung yang menjadi mualaf.

Hasil studi yang dilakukan oleh Islam-Archive Institute menyebutkan bahwa Islam akan menjadi agama mayoritas di Jerman pada tahun 2046. Kemungkinan tersebut bisa terjadi karena jumlah imigran muslim dan mualaf yang terus meningkat tajam. Antara bulan Juni 2004 dan Juli 2005 saja, jumlah warga Jerman yang masuk Islam mencapai 4000 orang. Jumlah ini meningkat empat kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pemberitaan tentang penelitian yang didanai oleh Kementrien Dalam Negeri Jerman ini menggebrak media Jerman yang selama ini terus mengaitkan Islam dengan terorisme dan kekerasan. Jumlah mualaf ini terus naik seiring dengan banyaknya masjid baru yang berdiri di Jerman. Kebanyakan para mualaf tersebut adalah kalangan ekonomi menengah atas, pelajar, penganut atheis bahkan petinggi gereja. Tragedi 11 September dan aksi teroris lainnya di Eropa tidak membawa dampak buruk yang banyak bagi warga Jerman. Hal ini malah membuat mereka penasaran untuk mengenal dan mempelajari Islam lebih baik.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa para mualaf masuk Islam atas kesadaran sendiri, bukan dari perkawinan. Banyak dari mereka yang mengalami kebingungan dengan agama yang dianutnya dulu, lalu menemukan Islam sebagai jalan hidup yang menentramkan hati mereka. Terbukti sudah, ternyata tidak ada yang dapat menghalangi cahaya hidayah Allah pada makhluk yang dikehendaki-Nya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: