Posted by: schariev | February 7, 2009

Derita atau Kesejahteraan Rakyat Korea Utara

north_korea

Sebenarnya sudah sekian lama saya mengamati negara komunis ini. Hanya saja dulu saya pikir tidak ada hal yang menarik dari negara ini, hanya sebuah negara komunis yang memiliki disiplin kemiliteran yang tinggi. Ternyata saya salah, negara kecil ini memiliki sesuatu yang patut disorot dengan lebih seksama. Ketertarikan saya dimulai ketika saya menyaksikan sebuah tayangan dokumenter dari National Geographic yang sepertinya sudah diproduksi beberapa tahun lalu. Di dalam film dokumenter ini ditayangkan suatu misi kemanusiaan yang dilakukan sebuah tim dokter untuk mengobati masyarakat Korea Utara yang menderita katarak. Wartawan dan relawan kemanusiaan menyusup di dalam tim ini untuk mengetahui kondisi di Korea Utara dan memberitakannya kepada dunia.

Selama tim dokter menjalankan operasinya, wartawan itu meliput beberapa keadaan di kota Pyongyang. Banyak sekali kejadian yang memilukan dan kenyataan yang mencengangkan. Korea Utara menutup semua akses dengan dunia luar, tidak ada internet atau handphone. Bahkan masih banyak orang yang belum tahu kalau sudah ada orang yang berjalan di bulan. Rakyat Korea Utara tidak diperbolehkan untuk menikmati barang Import, padahal Kim Jong Il adalah penikmat barang-barang import, hampir semua kekayaannya berasal dari luar negeri. Di bawah rezim ini masyarakat Korea Utara hidup dalam ketertinggalan dan ketertindasan. Semua anak yang lahir di negeri ini kekurangan 10 kg berat badan dan membuat mereka menjadi manusia yang pendek. Tidak ada pelayanan kesehatan yang memadai, hanya infus yang menggunakan botol bir, tidak ada anastesi dan desinsfektan, ranjang operasi pun penuh dengan noda darah, lebih mirip dengan film horor. Anehnya mereka tetap memuja pemimpinnya walaupun mereka kelaparan dan menderita berbagai penyakit.

Buku Pintar yang diedit oleh Iwan Gayo mengatakan kalau Korea Utara adalah negara yang biasa saja, bahkan mencantumkan prosentase agamanya. Setelah saya lihat tayangan ini, ternyata tak ada satupun Tuhan yang dipuja disini selain kedua pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il dan Kim Il Song. Lihat saja semua rumah yang ada di Korea Utara. Hanya terdapat foto-foto dari dua pemimpin besar ini. Tidak ada satupun foto keluarga mereka. Setiap keluarga memuja foto kedua pemimpin ini dengan cara membungkukkan badan, dan mereka memperlakukan foto-foto tersebut dengan khusus, seakan-akan foto itu memiliki kamera perekam yang dapat mengetahui kalau ada orang yang memperlakukannya secara kurang baik. Ternyata masih ada hal-hal seperti ini di jaman sekarang, di mana sebuah bangsa begitu berlebihan memuja Tuhannya yang tidak lain adalah manusia. Ketika sang relawan kemanusiaan bertanya kepada sebuah keluarga tentang bagaimana kalau sang Jendral Besar ini melakukan kesalahan, mereka terlihat sangat kebingungan, karena mereka tidak memiliki kosakata tentang keburukan dari sang Jendral Besar ini.

Lebih parah dari yang pernah dilakukan tentara NAZI pada kaum Yahudi, Pemerintah Korea Utara memiliki sebuah kamp konsentrasi yang sangat besar. Di dalam kamp itu terdapat banyak barak dan ruangan seperti ruangan penyiksaan sampai ruang pencucian otak. Kebanyakan yang ditahan disini adalah orang yang tidak berdosa. Apabila ada seseorang yang mengeluarkan kata-kata yang sedikit meremehkan pemerintahan seperti ‘sekarang cari makan susah’, orang yang mengucapkannya berserta semua keluarga besarnya akan digiring masuk ke kamp ini dan ditahan seumur hidup. Di kamp ini sering terjadi kekerasan sampai penembakan yang dilakukan penjaga. Penembakan dilakukan biasanya karena hal yang kecil, seperti tahanan yang mencari tikus untuk dijadikan makanan.

Kejadian paling mengiris berada di akhir tayangan ini, ketika tim dokter sudah berhasil mengoprasi lebih dari seribu pasien. Ketika perban mata mereka dibuka, bukannya berterima kasih pada dokter, malah langsung bersujud di hadapan foto kedua pemimpin Korea Utara yang faktanya telah membuat mereka menderita katarak karena tidak menyediakan pelayanan kesehatan yang layak. Semua pasien pun bersorak memuja sang pemimpin, hal ini terjadi setiap seorang pasien dibuka perbannya, sedangkan yang telah dioperasi berjumlah lebih dari seribu orang, jadi ritual pemujaan ini berjalan lebih dari seribu kali, dan artinya semua orang yang berada di situ melakukan pemujaan sebanyak seribu kali lebih kepada sang Jendral Besar. Terlintas saya berpikir, manakah yang benar-benar memuja dan berterima kasih pada sang jendral secara tulus dan yang yang melakukannya karena rasa takut. Sepertinya masa kediktatoran yang begitu lama membuat mereka tidak bisa membedakan antara rasa takut dan rasa tulus.


Responses

  1. Tulisan-tulisanmu bagus, Rif. Saya suka semuanya. Informatif. Tapi mungkin bisa ditambahkan lebih banyak pendapat dan sikapmu. Teruskan menulis ya!

  2. ohh..KOREA..OH KOREA..OH KOREA..
    benarkah keadilan itu abadi..?
    benarkah kesengsaraan itu abadi..?
    benarkah kesenangan itu semu..?

  3. keadaan rakyat korea utara sangat parah sekali,mereka akan selalu tertinggal di bandingkan dengan bangsa lain.

  4. itulah akibat dari diterapkannya ideologi sosialisme dan komunisme di negeri Korea Utara.

  5. Makanya,,,!!
    jangan pake ideologi sosialis komunis
    rakyat jadi sengsara dan menderita

    mau sejahtera….???
    pake Islam

  6. korea utara bisa maju seandainya rakyat dimaxsimalkan pendidikannya.hal itu tergantung pemimpin bangsa itu yang sadar bahwa rakyat ingin maju,saya selalu bertanya kapan rakyat korea bisa bebas dari segala ketertindasa ini,rasanya saya ingin kesana dan menyadarkan mereka bahwa semua itu tiada arti.mereka berharga karena diri mereka berharga bukan karena memuja sesuatu yang salah

  7. pada dasarnya negara yang tidak lagi berjalan di koridor yang benar akan melupakan apa tujuan dari negara itu dibentuk.negara ada karena rakyat tetapi jika trakyat tidak lagi diperhatikan lalu salah siapa selain orang-orang yang picik

  8. Hai thaks buat tulisannya yang sangat bagus…. tapi boleh tau ga judul film dokumenternya itu apa? dan bisa lihat dimana? pengen liat ni… tq

  9. begitulah politik.. sangat membingungkan.. saya lupa judul filmnya apa, tapi TV ONE sering menayangkan film dokumenter lainnya tentang Korea Utara, seperti perjalanan sebagian rakyat korea yang melarikan diri ke negara tetangga

  10. ini pasti dari NatGeo adventure…..

  11. sy juga lihat pas di tayangkan di TV, yang saya heran kenapa mereka malah memuja orang yg jelas2 membuat mereka menderita..semoga kedua korea bisa bersatu kembali supaya bs lebih maju seperti saudaranya yang ada di selatan..

  12. tapi ada satu yg positif, pemimpin mrk brani melawan hegemoni brat+skutu utk tdk ikt cmpur urusan dlm ngri mrk,ga ky pmrintahan qt yg slalu brkta ‘iya’ dan jd boneka,pnh brpikir ga kalo video2 yg dtonton dibuat oleh barat,pnulis barat,aktor2 barat,dll yg serba barat dmana mrk hny menyorot ngra ini hny yg negatif,sbg bhn propaganda yg efektif,y mlaluli media smcm ini,ingat,amerika+zionis+skutunya tdk pnh akan suka jika ada negara yg melawan+tdk sjalan dgn mrk,bnyk ksus spt ini,kuba,irak,afganistan,iran,indonesia,suriah,dll. Trimakasih.

  13. Itulah Ramses 3, titisannya raja fir’aun alias ramses 2 yang menjelma, prinsipnya “Tuhan adalah saya”….rakyatnya suruh menyembah si kim jong untuk pertahankan kekuasaan pribadi……..

  14. saya harap tulisan-tulisan ini dihapus, kalau tidak saya lapor ke kedutaan besar korea utara di jakarta supaya anda ditangkap oleh polisi.
    terima kasih.

  15. @ semuanya, sepak terjang Korea Utara keren banget ya? bisa bermain di piala dunia 2010! Mudah-mudahan kondisi rakyat Korea menjadi lebih baik.

    Mohammad Azis, saya juga heran kenapa kedubes Korea Utara ga protes TV ONE yang menayangkan film dokumenter ini. dan saya juga heran kenapa pemerintah Korea Utara ga protes National Geographic yang buat tayangan ini. dan di sini saya cuma mengomentari filmnya aja. ga ada maksud politis atau apapun. lagian kita bebas beropini di Indonesia yang mendukung demokrasi. kebebasan berbicara dan berpendapat. hehehe

  16. net geo itu adalah siaran milik zionis yang terkenal dengan propaganda-propagandanya yang kental. tidak semua negeri komunis seperti korea contohnya cinta, dia bangki dengan ekonomi yang maju dengan ideologi komunis, dan rakyatnya juga tidak disuruh untuk menyembah pemerintah,, malah disana berdiri banyak macam agama. yang salah bukan ideologinya kalau menurut saya, melainkan cara menafsirkan ideologi itu yang justru menyimpang dari konsepnya yang semula, atau dengan kata lain korut dengan pemerintahanya tida realistis dalam memberlakukan sebuah sistem pemerintahan,, yang justru mengakibatkan negaranya terpuruk seperti ini,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: