Posted by: schariev | June 12, 2009

Obat serbuk, puder, atau puyer bahaya?

Obat serbuk, puder, atau puyer bahaya?

„Obat berbentuk serbuk itu berbahaya“ begitulah kira-kira pernyataan yang dikeluarkan oleh salah satu berita di stasiun tv swasta. Sebenarnya apakah obat puyer ini berbahaya? Di sini saya hanya akan menjawab tuduhan yang mereka keluarkan di media masa:

KASUS: Menurut media masa, obat racikan puyer itu tidak steril, seharusnya mortir, tempat peracikan obat, dicuci setiap mau dipakai ulang, seharusnya para ahli farmasi mengenakan sarung tangan, jadi obatnya steril.

JAWAB: soal sterilisasi, kami para ahli farmasi tidak pernah main-main. Tidak hanya mencuci mortir, kami paling hobi membakar mortir, dengan cara melumuri mortir dengan alkohol absolutum dan membakarnya sampai kering, jadi mortirnya sangat steril, melebihi tingkat kesterilan di masyarakat awam. Kami tidak mencuci mortir karena memang obat yang akan diracik sama dengan obat yang diracik sebelumnya, hanya cukup dengan mengeluarkan sisa obat yang menempel pada mortir dengan sudip. Itpun jaran dilakukan karena kami selalu tidak menyisakan sisa obat pada mortir. Kami mencuci mortir kalau mortir itu telah dipakai untuk meracik obat yang berdosis maksimal sensitif. Soal sarung tangan, apakah bisa dijamin kalau kita pakai sarung tangan akan steril? Bakteria malahan akan muncul di sarung tangan yang terus berulang dipakai. Kami para ahli farmasi melakukan sterilisasi tingkat C pada diri kami sendiri, pembersihan diri mendasar yang bisa dilakukan pada manusia atau aseptik. Mengapa tidak sterilisasi B atau A? tingkat B dan A hanya dilakukan pada peralatan farmasi, seperti membakar mortir tadi, kalau manusia dikenai sterilisasi B atau A, gosong dong kita.

KASUS: obat serbuk hanya dibagi berdasarkan perkiraan, tidak ditimbang.

JAWAB: Para peracik obat atau yang disebut dengan asisten apoteker telah menjalani pelatihan selama tiga tahun di SMF full day. Kita belajar begitu lama untuk menyempurnakan keahlian dan insting asisten apoteker kita, sehingga pembagian obat puyer bisa sama rata, mau bukti? Silahkan timbang sendiri dan buktikan ketelitian dari seorang asisten apoteker. Kami akan menimbang obat puyer kalau di dalamnya terkandung abat berdosis maksimal sensitif, walaupun hasilnya akan selalu sama, hal ini harus dilakukan karena kami memiliki prosedur dan harus menjalankannya.

KASUS: obat racikan itu dicampur aduk, berbahaya.

JAWAB: apa bedanya dengan obat dalam bentuk lainnya? Seringkali dokter memberikan obat dengan variabel yang banyak, obat flu terpisah dari obat panas dan vitamin. Tetapi toh nantinya diminum bersamaan juga. Obat puyer malah memudahkan hal ini.

Dosen ITB untuk mata kuliah undang-undang kesehatan DR. Embit Kartadarma beberapa tahun lalu berkata di kelas Ilmu Resep SMF YPF Bandung: „obat puyer adalah sediaan obat terpadu yang absorbsi atau tingkat penyerapannya lebih tinggi dari sediaan obat oral lainnya“.


Responses

  1. well..pada dasarnya sepanjang apoteker melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, maka dijamin, obat yang diterima pasien. InsyaAllah aman.

    toh ada sebelum melakukan peracikan, apoteker berfungsi untuk mereview compatibilitas antara obat 1 dengan yang lainnya baik dari segi compatibilitas kimiawi maupun sec fisika.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: