Posted by: schariev | October 14, 2013

Image

Gulungan ombak pantai perlahan mencium hamparan pasir putih yang memantulkan sinar matahari pagi. Permukaan air laut berwarna kebiruan pun ikut berkilau, layaknya ribuan butir kristal permata yang mengkilap, bergoyang terbuai angin laut yang hangat.

Nyanyian burung camar dan elang diiringi deru ombak yang menghantam pantai berkarang di sebelah timur dan barat. Angin Samudera Hindia menggoyangkan pepohonan yang berderet di sekeliling pantai, membuat dahan-dahannya bergoyang, menari diiringi simfoni pantai selatan Kabupaten Garut.

Hamparan pasir putih layaknya permandani ini memanjang setengah lingkaran dan berujung pada serakan karang di sebelah barat dan timur. Lembutnya pasir putih dan tangguhnya hamparan karang mengajak para pengunjung menjelajahinya dengan kaki telanjang atau beralas.

Jika sinar matahari dirasa cukup menyengat, pepohonan tropis seperti palem, kelapa, akasia, katapang, mangrove, dan semak-semak besar, yang berjejer di sekeliling pantai bersedia dijadikan tempat berteduh. Sambil duduk atau berbaring di atas pasir, menikmati pemandangan pantai dan garis horizon yang tampak mempertemukan samudera dan langit.

Suasana alam ini tersaji di Pantai Rancabuaya di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Melalui Jalan Pemprov Jabar rute Banjaran-Pangalengan-Cisewu-Caringin, dibutuhkan waktu tiga sampai empat jam untuk mencapainya dari Bandung. 

Walaupun belum banyak dikunjungi wisatawan, pantai ini terlalu eksklusif untuk disebut sebagai pantai tempat rekreasi alternatif. Pemandangan dan kondisi alamnya yang dapat merangkum seluruh pantai di selatan Jawa Barat membuat Pantai Rancabuaya layak mendapat posisi istimewa.

Mulai dari hamparan pasir putih layaknya pantai di Karibia serta pantai berkarang dan bertebing layaknya pantai di Irlandia tersaji di ujung Kabupaten Garut ini. Air lautnya jernih, membiaskan bayangan dasar laut berupa pasir putih, karang, dan biota laut lainnya.

Jika matahari sudah berada di atas kepala atau di langit barat, jangan khawatirkan soal makanan. Hidangan ikan salmon, tuna, atau kakap, dapat menjadi pengisi perut. Tersaji dengan sambal kecap pedas dan nasi pulen hangat.

Sejumlah tempat makan menyediakan berbagai hidangan ini bagi para wisatawan, dimasak dengan cara digoreng atau dibakar ala pesta kebun bersama keluarga atau kerabat.

Jika ingin bermalam, terdapat tiga kompleks hotel eksklusif dan deretan penginapan sederhana di pinggir pantai. Hotel dan penginapan ini dapat menjadi tempat bermalam setelah menyaksikan matahari terbenam atau sebelum menyaksikan matahari terbit di horizon Pantai Rancabuaya.

Seorang wisatawan asal Garut, Yude (28), mengatakan pantai ini mulai marak dibicarakan setelah Jalan Pemprov Jabar penghubung Bandung-Rancabuaya diperbaiki tahun lalu. Akhirnya, Yude pun mengajak teman-temannya untuk berekreasi ke Pantai Rancabuaya.

“Pantai Rancabuaya ini termasuk pantai paling lengkap. Tempat makan, hotel, sampai saung, semuanya ada. Pantainya juga ada yang berkarang dan berpasir. Ombaknya tidak terlalu besar jadi aman buat berenang,” kata Yude, Jumat (20/9).

Yude mengatakan pentai ini terbilang sepi walaupun menjelang akhir pekan. Hal ini membuatnya lebih menikmati suasana pantai tanpa terganggu keramaian pengunjung lainnya. Paling cocok, ucapnya, menghabiskan sore dengan memandang surya tenggelam sambil menikmati hidangan pantai di saung.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: