Posted by: schariev | October 14, 2013

Danau Kabuyutan Garut

Image

 

Deretan pohon pinus berdiri tegak menggapai birunya langit Garut Selatan. Mereka berjejer bersama pepohonan khas hutan hujan tropis lainnya dan tebing-tebing batu cadas, mengelilingi sebuah danau.

Rerumputan hijau yang menyelimuti tanah tampak mencium permukaan air danau yang berwarna kehijauan. Angin berembus melewati hutan yang rindang membelai permukaan danau sampai membentuk riak, mengaburkan cerminan pepohonan di sekitarnya.

Telinga dimanjakan dengan kicauan berbagai jenis burung dan alunan suara pepohonan yang tertiup angin. Burung-burung walet pun berterbangan di atas danau, dinaungi bayangan tarian awan di atas danau bernama Situ Kabuyutan ini.

Kesan damai dan sunyi menyelimuti danau yang tersembunyi dibalik perbukitan ini. Hamparan rerumputan hijau nampak mengajak para pengunjung untuk duduk atau tiduran sejenak sambil menikmati pemandangan alam di sekitar danau.

Situ Kabuyutan terletak di perbatasan antara Kecamatan Pakenjeng dan Kecamatan Bungbulang. Dari kawasan perkotaan atau pusat Kabupaten Garut, jaraknya sekitar 80 kilometer. Danau ini bisa diakses dari Jalan Pakenjeng-Bungbulang, tepatnya melalui cabang jalan di Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang.

Beberapa puluh meter kemudian setelah memasuki kawasan hutan pinus milik Perhutani KPH Garut, perjalanan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Maklum, hanya tersedia jalan setapak melewati hutan pinus menuju Situ Kabuyutan. 

Medan jalan menuju danau pun kadang sangat curam dengan permukaan jalan berupa tanah dan bebatuan. Selain hutan pinus, pengunjung akan melintasi sejumlah hutan semak, kebun, atau sawah warga.

Walaupun pada akhir pekan, Situ Kabuyutan sangat sepi pengunjung. Tidak dipungut tiket masuk untuk memasuki area milik Perhutani ini. Di Situ Kabuyutan, warga yang mencari kayu bakar, pencari ikan dan udang, petani, penyadap getah pinus, dan pencari rumput, kerap dijumpai beraktivitas di sekitar danau. 

Keindahan Situ Kabuyutan ini nampaknya menarik minat warga Kecamatan Garutkota, Imam Nugraha (27). Menurut Imam, danau ini belum banyak terekspos media atau masuk dalam referensi wisata. Karenanya, danau ini masih asri dan sepi pengunjung.

“Bukan pertama kalinya saya ke sini, dulu ada sejumlah villa di sekitar danau. Sekarang sudah tidak ada. Tempat ini sangat nyaman untuk dijadikan area berkemah atau kumpul-kumpul dengan rekan-rekan,” kata Imam saat ditemui di Situ Kabuyutan, Sabtu (14/9).

Imam berharap pengelola Situ Kabuyutan menata jalan setapak menuju danau sehingga lebih mudah dilalui pengunjung. Dengan demikian, pengunjung bisa melewati jalan setapak tersebut dengan nyaman pada musim hujan.

“Danau ini akan jauh lebih indah pada musim hujan. Tanamannya jauh lebih hijau dan airnya lebih banyak. Cuma, kalau musim hujan, jalan setapak itu kalau tidak dengan jalan kaki, paling bisa dilalui motocross atau trail,” kata warga yang hobi fotografi ini. 

Situ Kabuyutan ini nampak bersembunyi di balik perbukitan hijau di Garut Selatan. Danau yang dikelilingi cadas dan pohon pinus membuat Situ Kabuyutan tidak kalah indahnya dengan danau-danau di Swiss atau Amerika Serikat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: